Armenia

Para arkeolog telah menemukan dua jenis wabah yang berbeda yang ada di zaman kuno

Terlepas dari kenyataan bahwa metode deteksi dan pengobatan wabah modern tidak begitu berbahaya bagi manusia, para ilmuwan terus mempelajari evolusinya di planet ini seabad yang lalu.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari mana batang pes itu berasal dan menyebar ke seluruh dunia. Menganalisis berbagai potongan sisa-sisa manusia purba, para ahli telah membuat penemuan yang tidak terduga. Ternyata sekitar 3000 tahun yang lalu ada dua jenis penyakit yang berbeda, lapor Planet-today.

Selain itu, perbedaannya terletak pada metode distribusinya. Satu spesies hewan pengerat dapat hidup dalam sistem pencernaan kadal, dan yang lainnya tidak. Oleh karena itu, penyebar yang kedua adalah manusia. Ini secara drastis mengubah sikap terhadap evolusi penyakit.

Sekarang kita perlu mencari tahu kapan tongkat itu belajar hidup dengan cepat dan apa yang menyebabkannya. Belum diketahui mutasi selanjutnya. Kasus wabah, meskipun jarang, terus dilaporkan di berbagai belahan dunia. Orang terinfeksi karena memakan daging tikus yang sakit yang dimasak dengan buruk.


Sumber : Keluaran SGP