Undangan Sri Lanka ke Dalai Lama telah menyebabkan kutukan jahat China menimpa kepala Lanka: Laporan

Kolombo [Sri Lanka]22 Januari (ANI): Berita tentang Sri Lanka mengundang Dalai Lama Tibet yang diasingkan untuk mengunjungi negara itu telah menyebabkan kutukan jahat China jatuh di kepala Lanka, menurut sebuah laporan di surat kabar The Sunday Times yang berbasis di Sri Lanka.

Menurut The Sunday Times, dapat dimengerti bahwa China harus gemetar bahkan dengan prospek yang jauh dari penjelmaan hidup dari penindasan agama Tibet yang mengunjungi negara asing karena membangkitkan kembali invasi dan pendudukan China atas Kerajaan Buddha pegunungan yang dulunya bebas di ‘atap dunia’ ‘.

Seorang pejabat tinggi Kedutaan Besar China minggu ini mengatakan kepada Maha Nayaka dari Malwatta Chapter Sri Lanka bahwa dia seharusnya tidak menyambut Dalai Lama Tibet di pengasingan di Sri Lanka.

Dia diperingatkan bahwa jika Dalai Lama diterima di Sri Lanka, bangsa itu harus menanggung konsekuensi yang mengerikan. Peringatan itu datang selama audiensi yang diberikan kepada Kuasa Usaha misi Tiongkok, Hu Wei oleh Malwatta Maha Nayaka di kuil tempat tinggalnya.

Undangan untuk Dalai Lama Tibet disampaikan oleh seorang biksu-cendekiawan senior dari Amarapura Nikaya (persaudaraan monastik Sri Lanka) Sri Lanka, bersama dengan sekelompok biksu senior, ketika dia bertemu dengan Dalai Lama di Bodhi Gaya pada tanggal 27 Desember.

“Saya mengundang, berharap kunjungan Yang Mulia membawa berkah bagi Lanka,” kata biksu itu, seperti dikutip The Sunday Times.

Menurut The Sunday Times, memang benar bahwa Tibet memiliki masa lalu yang bergejolak dan berada di bawah dominasi Cina dan Mongolia. Namun dari tahun 1913 hingga Komunis Tiongkok menginvasi pada tahun 1950, Tibet tetap menjadi negara merdeka.

Pers Tibet baru-baru ini melaporkan bahwa China menyangkal keberadaan individu kuno Tibet, mengklaimnya sebagai bagian dari daratan. Laporan Pers Tibet mengatakan bahwa legitimasi klaim China didasarkan pada perjanjian ilegal pada tahun 1951.

Persetujuan Tindakan Pembebasan Damai Tibet, juga dikenal sebagai Persetujuan 17 Poin, ditandatangani pada tanggal 23 Mei 1951, oleh seseorang yang tidak memiliki otoritas sah untuk mewakili Tibet.

Menurut Pers Tibet, China telah berjanji untuk menjaga integritas tradisional dan agama Tibet dan praktik lokal kelompok etnis lokal tanpa hambatan. Perjanjian yang dipertanyakan itu ditandatangani melalui cara-cara pemaksaan dan tidak memiliki legitimasi hukum apa pun, demikian laporan Pers Tibet.

Namun, ketidakpatuhan terhadap perjanjian menyebabkan pemberontakan Tibet tahun 1959 yang ditumpas dan juga memaksa Dalai Lama ke-14 melarikan diri ke India bersama para pengikutnya. (ANI)

data result sdy merupakan pasaran togel hari ini yang dimainkan terhadap jadwal tiap-tiap hari pukul 23:00 WIB. Untuk itu semua pemain togel hk pasti dapat selalu mencari hasil pengeluaran hk tercepat berasal dari situs resmi nya langsung. Tetapi amat disayangkan sekali untuk menyebabkan tempat result data hk lengkap 2022 asli itu tidak bisa digunakan pada jaringan indonesia. Maka bersama itu bettor harus mencari area penyedia data keluaran hk hari ini sah tercepat.